100 % Beras Organik

Beras Organik OLEN

 

beras organikbagbelakang.jpg

tampak depan tampak belakang

 

PENDAHULUAN

Sektor ekonomi bangsa Indonesia, khususnya dari bidang pertanian sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi ujung tombak kebangkitan bangsa. Sektor ini ibarat ‘the sleeping giant’ yang sedang menunggu untuk dibangunkan. Keanekaragaman hayati yang tidak terkira merupakan karunia dari Tuhan YME yang tentunya harus kita kelola secara baik agar mendatangkan kebarokahan bagi bangsa ini.

Terutama pertanian padi-selain memiliki lahan yang paling luas, juga melibatkan banyak petani sebagai tenaga kerjanya. Artinya, potensi ekonomi yang bisa dioptimalkan tidak hanya memberikan kebaikan untuk pemilik modal (investor), namun secara langsung juga meningkatkan kesejahteraan para petani. Hal ini menjadi sebuah latar belakang yang harus digarisbawahi, mengingat kondisi petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan bangsa berada pada kondisi yang mengenaskan: miskin, bodoh, dan sengsara! Sektor pertanian kini diambang kehancurannya!

Kita semua memahami bahwa untuk membangun kemakmuran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan hal yang mudah dan bukan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat. Dengan mengangkat kesejahteraan rakyat di lapisan terbawah, maka kesejahteraan lapisan-lapisan diatasnya juga akan ikut terangkat. Dan pengembangan di wilayah pertanian padi ini memiliki peluang untuk mewujudkan hal tersebut.

Dari hasil penelitian Puskon ITB[1] (Pusat Konsultasi Inovasi Teknologi dan Bisnis), diketahui bahwa yang menjadi penyebab utama kemunduran sektor pertanian padi adalah akibat rendahnya tingkat produktivitas hasil yang dicapai oleh para petani. Rendahnya produktifitas hasil panen adalah akibat rusak, sakit dan gersangnya lahan-lahan pertanian mereka sebagai akibat dari pemakaian input-input material yang digunakan dalam proses budi daya yang ternyata membawa dampak negatif dari waktu ke waktu. Dengan demikian, solusi yang harus dilakukan adalah dengan menyuburkan lahan agar produktivitas hasil panen dapat ditingkatkan tetapi tidak membawa dampak negatif pada lingkungan.

Metoda budi daya padi yang dapat menghasilkan produksi secara fantastis, yaitu metoda System of Rice Intensification (SRI). Metoda tersebut ternyata telah diterapkan oleh para petani di hampir semua negara dengan hasil produksi padi rata-rata diatas 10 ton/ha. Metoda SRI mengubah input-input kimia (pupuk dan pestisida) dengan yang alami dan ramah lingkungan yaitu kompos dan pestisida alami sehingga bukan saja hasilnya yang meningkat tetapi produknya baik bagi kesehatan.

Berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh Puskon ITB, budi daya padi dengan metoda SRI sangat menguntungkan padahal sebelumnya setiap panen petani umumnya selalu rugi sehingga mengakibatkan kehidupan mereka sangat miskin dan terpuruk. Namun dengan menerapkan metoda SRI, diharapkan masa depan petani akan menjadi cerah lagi, dan yang paling penting semangat bertani yang sudah mulai memudar dapat bangkit kembali. Tentunya juga memberikan keuntungan finansial kepada investor sebagai konsekuensi dari peningkatan produksi tersebut.

Metoda SRI telah digunakan oleh beberapa petani di daerah Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Sukabumi, Sumedang, Bekasi dan Kabupaten Bandung dengan hasil yang cukup memuaskan. Rata-rata hasil panen yang dicapai para petani SRI tersebut 10 ton GKP (Gabah Kering Panen) setiap hektarnya, bahkan ada yang sudah mencapai 15 ton GKP/ha. Meskipun para petani didaerah lain menggunakan kompos, namun baru Puskon ITB yang secara bersungguh-sungguh menggunakan kompos yang berasal dari sampah kota sebagai nutrisi tanaman padi.

Keberhasilan menerapkan budi daya padi dengan metoda SRI, telah melahirkan optimisme dan harapan pada para petani akan masa depan yang lebih baik dan lebih cerah. Bangsa yang besar ini memerlukan fondasi ketahanan pangan yang kuat, dan hal itu bisa dicapai apabila kita memiliki petani-petani yang sejahtera sebagai pilarnya. Semoga tujuan dan niat baik kita semua mendapatkan ridho serta berkah dari Tuhan YME.

Sertifikasi

Departemen Pertanian
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Balai Besar Penelitian Veteriner
Laboratorium Balai Besar Penelitian Veretiner

Laporan Hasil Pengujian Nomor. LB. 07/558 Laporan / Sertifikat ini diberikan kepada :

Nama/Instansi Pemilik Contoh Petani Organik Peduli Peningkatan Sawah Indonesia
Alamat Jl Materai No 6 Komp. Postel, Buah Batu Bandung (Tempat Penanaman : Kampung Bojona, Desa Cikalong, Kec Cikalong Wetan, Kab Bandung)

Yang telah mengirim contoh untuk uji laboratorium. Identitas contoh, jenis pengujian, dan hasil sebagai berikut :

Contoh (Jenis dan Jumlah) Beras Pandan Wangi (1 contoh)
No. Tanggal dan Surat Pengiriman -
Tanggal Penerimaan Contoh 07 Mei 2007
Jenis Pengujian Organoklorin (TLC)
Tanggal Pengujian 08 – 15 Mei 2007

Hasil :

Jenis Pestisida Kandungan Residu (ppm)
DDE -
DDT -
Aldrin -
Diazinon -
PCP -
Guthion -
Fenthion -
Quinalfos -

Departemen Pertanian Badan Penelitian
dan Pengembangan Pertanian
Balai Besar Penelitian
dan Pengembagan Bioteknologi
dan Sumberdaya Genetik Pertanian
Laboratorium BB-Biogen

LAPORAN HASIL PENGUJIAN NOMOR : 09/LB/III/

Jenis Rojolele
Jenis Pengujian Organoklorin / GC
Tanggal Pengujian 5 Maret -30 April 2007

Hasil :

Analisa Konsentrasi Residu (ppm)
ORGANOKLORIN -
B-BHC -
?-BHC (Lindan)* -
Aldrin -
Heptaklor -
Dieldrin -
DDT -
Endrin -
Endosulfan -

Tidak terdeteksi * = Parameter yang terakreditasi

Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati
dan Bioteknologi Lembaga Penelitian
dan Pemberdayaan Masyarakat
Institut Pertanian Bogor
Hasil Analisa Proksimat dan Karbohidrat

Nomor Lab : 5/Analisis/V/2007 Jenis Contoh : Beras Rojolele

Kadar Air(%) 12,66
Abu(%) Berat Segar 0,44
Berat Kering 0,50
Lemak(%) Berat Segar 1,25
Berat Kering 1,43
Protein(%) Berat Segar 6,64
Berat Kering 7,60
Serat Kasar(%) Berat Segar 0
Berat Kering 0
Karbohidrat(%) Berat Segar 79,01
Berat Kering 90,46